Maybe beautiful and yet
What's too painful to remember
We simply choose to forget
So it's the laughter
We will remember
Whenever we remember
The way we were
(The Way We Were, Barbara Streisand)
Kemarin aku melihat-lihat lagi foto lama yang diambil waktu aku masih studi lanjut, dan ada sekelompok foto yang membuatku tersenyum lebar.
Itu fotoku bersama teman-teman sekantor (mahasiswa S2 dan S3) di Monash Uni, tepatnya ruang 134 di Faculty of Education.
Di salah satu foto, tampak Raqib (satu-satunya cowok di ruang itu) duduk di kursi sambil mendongakkan kepala dengan cueknya
, sedangkan Renee berlutut di depannya sambil mempersembahkan setangkai bunga matahari
, seolah-olah itu suatu kejadian yg shocking untuk kami bertiga. Oh lucunya....indahnya kebersamaan kami.



Aku masih ingat, foto itu dijepret
Waktu itu kami semua kembali ke kantor abis jalan-jalan di tengah kampus. Badan capek semua krn kebanyakan jalan, dan perut jadi gendut semua krn kebanyakan makan hot dog atau burger
di kantor dg pose bagaimana. Seingatku, Renee usul spy dia berpose utk melamar Raqib pake bunga.Bukan berarti hubungan pertemanan di ruang 134 selalu baik-baik saja. Yg namanya bengkerengan pasti ada, wong kami berasal dari negara yg berbeda dengan budaya yg berlainan pula. Salah paham sering terjadi krn hal ini, apalagi aku orangnya sensitif mudah tersinggung.
Tiap kali ada tingkah laku teman-teman yg aku ngga sreg, aku pasti tersinggung dan diam sambil mbedodog. Kalo mbedodognya udah numpuk, aku menjauh dr mereka, dan tidak ngantor di sana berhari-hari. Malah pernah aku sensitif banget pas deadline disertasi semakin mendekat, lha kok salah seorang teman di ruang 134 nuduh aku macem-macem. Masih mending kalo dia omong langsung ke aku, ini ngga, dia malahan talk behind my back dan menyebar berbagai fitnah.
Biyuh, langsung aku mbedodog tingkat tinggi. Tanpa sepengetahuan mereka, aku minta kantor tersendiri jauh dr ruang 134. Aku berhasil dapat kantor kecil untuk aku sendirian. Teman-teman baru tau aku pindah kantor pas aku angkut barang dari ruang 134 ke kantor baru.Hubungan kami masih baik setelah aku pindah kantor, tapi tentu tidak sedekat dulu. Kami masih ngobrol
Sekarang aku hanya bisa mengenang masa-masa indah di ruang 134. Seperti lagu di atas, yg terlalu painful dilupakan, yg diingat hanya yg indah-indah aja. Kalo dikilas balik, mungkin ada kejadian yg painful karena mereka tidak sengaja membuat aku jengkel, atau mungkin juga karena aku yg terlalu mudah tersinggung. Itu semua tidak penting sekarang krn udah berlalu, yg lebih penting adalah aku akan selalu mengingat mereka sebagai teman-teman yg sangat baik.
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.