Dari komentar pembaca di media-media tersebut, banyak yg menyangsikan kemampuan beliau utk meramalkan kejadian yg akan datang, dan menganggap itu kebetulan saja. Menurutku, apa yg dilakukan beliau bukanlah meramal. Beliau adalah salah satu manusia yg beruntung dikaruniai firasat yg datangnya cukup sering (terjadi sebelum banyak sekali peristiwa) dan sangat jelas secara visual maupun aural (pemandangan dan suara). Soal firasat, kayaknya banyak sekali orang mendapatkannya sebelum suatu peristiwa terjadi, seperti yg ku tulis di entry Afterlife. Tapi Mama Lauren memang dianugerahi kelebihan yg berlebih-lebih tadi, dan ketika firasat-firasatnya diungkapkan ke orang lain, ada yg menganggap itu 'ramalan' yg disikapi skeptis.
Pernahkan anda mendapat firasat sebelum sesuatu terjadi pada anda?
Kalo jawabnya ya, itulah yg terjadi pada Mama Lauren. Pahamilah bahwa itu bukan sesuatu yg berbau klenik, melainkan suatu kejadian natural yg bisa terjadi pada siapa saja, tapi manusia belum menemukan penjelasan yg pasti akan hal ini.
Baru-baru ini aku cerita firasatku ttg suatu kejadian pada seseorang, dan reaksinya adalah "Lho, terus apa hubungannya?"
Wah, klop, persis, exactly the same seperti aku dulu. Aku dulu kan juga tidak mengakui adanya firasat, dan cara dia bicara, nadanya dsb persis plek dg aku dulu. Karena itu aku tidak sakit hati, justru memahami sikap dia. Memang firasat itu diberikan oleh Yg Di Atas kepadaku, bukan ke orang lain. Seharusnya aku tidak perlu menceritakan itu ke orang lain karena orang lain tidak ada perlunya dg firasat itu. Kalo memang ada perlunya, pasti yg bersangkutan mendapat firasat juga. Tul nggak?
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.